Ketika terpilih sebagai Komisioner KPK tahun 2007, ada kontroversi yang diblow-up oleh teman2 LSM. Kontroversi yang paling mengemuka adalah menyangkut track record para komisioner yang baru terpilih, terutama Antasari Azhar. Macam-macam yang diungkapkan dari perilaku dan juga kinerja yang buruk sebagai jaksa. Namun, DPR, terutama komisi III tidak peduli. Akhirnya terpilihlah para komisioner ini. awal kepemimpinan Antasari, gebrakan KPK lumayan dahsyat. saking dahsyatnya membuat Kejaksaan Agung malunya luar biasanya akibat salah satu jaksanya tertangkap tangan melakukan transaksi hukum haram. Setelah itu, pelan-pelan KPK membuat gebrakan yang bertubi-tubi terutama menyangkut kasus-kasus korupsi dari para anggota Dewan dan beberapa kementrian. Sejak saat itu, semua memuji dan memuja kinerja KPK, termasuk pimpinannya yaitu Antasari. Bahkan ada beberapa politisi menyanjungkan Antasari untuk ditawarkan menjadi cawapres. tapi dengan diplomatis semua tawaran itu ditolak Antasari. Saat ini, KPK dibuat heboh lagi, namun bukan karena kasus korupsi yang diangkat, namun kesandung proses hukum yang sangat serius dari salah satu pimpinan yaitu Antasari. terbilang jahat dan sangat serius, apabila ini terbukti benar, bahwa salah satu komisioner KPK memiliki moral yang begitu rendah untuk mau membunuh dan berselingkuh. tetapi, ada yang menarik. Kenapa Kejaksaan yang mengumumkan tersangkanya Antasari? Bukankah ranahnya polisi? Bisa jadi ini semacam balas dendamnya kejaksaan terhadap apa yang dilakukan oleh Antasari kepada Kejaksaan. Lalu, ada apa dengan polisi? Oh ternyata, salah satu kolonelnya terlibat dalam pembunuhan ini, pantas saja mereka malu. Kasus Antasari semakin melebar. Ada informasi yang mulai pelan-pelan terungkap ternyata ada modus korupsi yang dilindungi dari upaya pembunuhan ini karena tempat Nasrudin ini adalah salah satu tempat logistik yang dinanti-nanti oleh salah satu partai politik. Dan katanya Antasari pun juga ditekan kanan kiri dari partai mengenai hal ini. apa yang menarik dari cerita Antasari ini? pertama, ada yang beranggapan ini skenario dari untuk menghantam Antasari dan kemudian kinerja KPK. untuk konteks ini saya sepenuhnya tidak sepakat. Kalau Antasari dijebak karena balas dendam, saya masih percaya. tapi kalau usaha menghancurkan KPK tidak mudah dan gampang kita percayai itu karena memang tergantung seberapa dalam dan luas polisi melakukan penyidikan mengenai hal ini. Dan saya masih sulit percaya polisi mampu mendalami itu semua karena menyangkut kepentingan politik yang luar biasa besar dampaknya bagi elite politik. artinya semua elite pasti berusaha meredam gempa politik karena kasus Antasari. kedua, nampaknya saya masih percaya bahwa Antasari secara personal punya ambisi pribadi untuk dilihat sebagai figur pemimpin yang layak dijual beberapa tahun ke depan. Tetapi, semua sirna dan hancur karena kasus pembunuhan. Makanya saya tidak heran betapa mudahnya semua kasus korupsi terungkap dan menjelang pemilu tidak begitu banyak yang meyinggung partai politik. Artinya ada skenario pribadi untuk menjaga dan membangun image positif di masyarakat. terlepas kalau tuduhan itu benar: membunuh dan berselingkuh, maka lengkap sudah bahwa memiliki pejabat dengan fit and proper test tidak mudah dipercaya. Karena moral tidak dipertimbangkan dengan track record yang benar-benar didalami. Jadi, bagi saya, Antasari terjebak dalam ambisinya. Entah karena diskenariokan oleh pihak lain atau karena buntu tidak bisa berbuat banyak. Oh Antasari yang malang…